News

Manfaatkan Sisa Kain Bekas, Mulyana Gelar Pameran Seni Rajut Pertama di Bali

Penulis : Update Bali III  -  Selasa, 04 Oktober 2022, 00:00 WITA

UPDATEBALI.com, DENPASAR - Peluncuran "Harmony Island" sebagai pameran pertama sosok Mulyana di Bali, mengenai instalasi seni rajut karya seniman Indonesia yang dilakukan di pusat konservasi laut Coral Triangle Center (CTC) Sanur, Denpasar Selatan, Selasa (4/10/2022).

Peluncuran diikuti bincang-bincang bersama Mulyana asal Badung, dengan dipandu Direktur Eksekutif CTC Rili Djohani. Mulyana sebelumnya telah menggelar pameran instalasi seni di Amerika Serikat, Jepang, Korea, Australia, Singapura, dan Thailand.

Lewat Harmony Island, masyarakat dapat menyelam dan melihat habitat alami Mogus, seekor monster gurita yang dikelilingi pulau-pulau karang berwarna-warni, karang acropora yang tumbuh subur, ikan-ikan berkulit halus, dan makhluk laut yang menawan.

“Saat saya diawal belajar merajut, di sana perlu ada kesabaran dan saya sangat menikmati dunia merajut tersebut. Jadi saya juga mengagumi pemandangan bawah laut, untuk memberi kesempatan para individu dan mengingat tanggung jawab kita melestarikan keindahannya,” ujar Mulyana.

Mulyana menambahkan kebanyakkan hasil karya seni rajutnya 80 persen terbuat dari benang-benang sisa di Bandung. Pameran perdana yang diadakan di Bali, untuk saling berbagi pengalaman dan mengajak individu untuk melestarikan alam bawah laut.

"Seni merajut, pengalaman pada Tahun 2012 saya pernah datang ke Jogja untuk melihat pameran, kemudian saya membuat talkshow rajut dan menyulam ke waria-waria setempat. Dari sanalah para waria di Jogja ini terbentuk komunitasnya untuk merajut. Saat ini lewat pameran Harmony Island, kami maknai sebagai suatu keseimbangan alam dan manusia, supaya kita juga mendapatkan keharmonisan," tambahnya. Lebih lanjut, Mulyana menuturkan mengangkat bentang alam dasar laut ke permukaan untuk mengungkap kehidupan bawah air yang memancing rasa ingin tahu dan empati.

Mulyana yang lahir dan besar di Bandung, Jawa Barat ini memakai bahan-bahan ramah lingkungan termasuk sisa-sisa kain dan benang dari industri garmen di Bandung. Dari itu pula, Harmony Island ini merupakan hasil dari kerja kolaboratif bersama 25 prajurit untuk meningkatkan rajutan benang menjadi sebuah bentuk seni. Sosok Mulyana selaku seniman tekstil kontemporer Indonesia, menciptakan instalasi dengan penuh warna dan unik dalam menggunakan rajutan dan jahitan.

“Diperhatikan pula ekosistem terumbu karang yang indah sebagai pengingat visual, bahwa masalah lingkungan tidak terbatas pada apa yang terjadi di darat semata,” katanya.

Mulyana berharap dengan adanya acara ini dirinya dapat belajar dan saling membagi ilmu seni rajut kepada para penghobi yang sama.(den/ub)





Tentang Kami   Kode Etik Jurnalistik   Redaksi   Pedoman Media Siber   Info Iklan   

Copyright © 2022 Updatebali.com All rights reserved.