News

Wawali Arya Wibawa Buka Ekowisata Mangrove Hasil Kerjasama KUB dengan PT Indonesia Power

Penulis : Update Bali III  -  Minggu, 02 Oktober 2022, 00:00 WITA

UPDATEBALI.com, DENPASAR - Pengembangan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Desa Pemogan, Denpasar oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang berkerjasama dengan PT. Indonesia Power yang dimulai sejak tahun 2020 lalu telah selesai dikerjakan.

Pada Minggu (2/10/2022), bertepatan dengan HUT PT. Indonesia Power ke-27, Ekowisata baru ditengah hutan mangrove di pesisir selatan Kota Denpasar ini resmi dibuka oleh Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa bersama General Manager PT. Indonesian Power, Flavianus Erwin Putranto. Turut hadir pula Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan, I.B Mayun Suryawangsa, Camat Densel, Made Sumarsana serta sejumlah undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi kerjasama KUB Segara Guna Batu Lumbang dengan PT. Indonesia Power yang telah berjalan baik hingga tercipta pengembangan ekowisata baru yang dapat menjadi pilihan tempat wisata edukasi bagi masyarakat.

"Kedepannya diharapkan pola pembangunan kolaboratif seperti ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan," ucap Arya Wibawa.

Ditambahkannya, KUB Segara Guna Batu Lumbang bisa dikatakan pionir dalam mempertahankan hutan bakau atau mangrove melalui pengembangan yang inovatif.

"Dilain sisi, kami harapkan PT. Indonesia Power atau stakeholder lainnya dapat terus menjadi mitra kelompok - kelompok nelayan di wilayah pesisir dalam menjaga kelestarian hutan bakau yang sangat penting keberadaannya bagi keseimbangan alam dan menjadi paru paru Kota Denpasar," katanya.

Sementara itu, General Manager PT. Indonesian Power, Flavianus Erwin Putranto mengatakan selain pembukaan secara resmi Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, hari ini juga dilakukan penanaman 2700 bibit mangrove. Dalam pengembangan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang ini  kami menggerakkan KUB Segara Guna Batu Lumbang dan masyarakat sekitar terkait edukasi kawasan mangrove, giat bersih - bersih kawasan mangrove, konservasi mangrove serta pengolahan mangrove menjadi produk non kayu menjadi aneka olahan pangan  seperti sirup, kopi,  teh  dan stick magrove.

"Kami harap kawasan ekowisata ini nanti dapat menjadi pilihan tempat wisata bagi masyarakat Kota Denpasar sekaligus belajar mengenai hutan mangrove dan ekosistem pendukungnya," jelas Putranto. (per/ub)





Tentang Kami   Kode Etik Jurnalistik   Redaksi   Pedoman Media Siber   Info Iklan   

Copyright © 2022 Updatebali.com All rights reserved.